hmmm....apa yaa yang musti gw ceritain kali ini??? topik yang serius lg gag mood, coz diberbagai sudut smua berbicara ttg gayus, agak jenuh sih, tp yang tersedia sekarang ini cmn ntu. yang jelas dalam memikirkanmu gag membuat gw jenuh, norak dan lebay dikit sih tp memang bgtulah, kata murid-murid gw...gag lebay gag eksis, gag da salahnya kali ni gw coba ntu...hahahahha
malem ni bener2 gw gag bsa tidur, banyak yg gw rasain, tp gw bingung perasaan apa yang gw rasain...sepertinya gw udah mulei nglantur, apa pengaruh laper, pengaruh cuaca ato apa yah...aaaahhhhh entahlah, yang jelas gw gag bsa tidur.....setelah bbrpa minggu gw uda terbebas dr insomnia (thanks ya kaa *_^) skrng gw ketemu lg...sedikit gw bahas ttg insomnia biar postingan gw pagi ini gag hanya seson curhat yang mungkin gag menarik bagi yang baca....
Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.
Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.
Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.
Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.
Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan.
Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah.
Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.
Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali.
Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi.
Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.
Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:
* Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
* Bekerja pada malam hari.
* Sering berubah-ubah jam kerja.
* Penggunaan alkohol yang berlebihan.
* Efek samping obat (kadang-kadang).
* Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).
Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia.
Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal.
Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup dan tidak berisik.
Jika penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi.
Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu
sumber: wikipedia.com
sebaiknya insomnia gw kli ni pake pengobatan yang mana ya???? hmmmm....kyknya gw bikin mie rebus dlu dweh, bru insomnia gw ilang :-D
*mudah2an bermanfaat bagi yang baca*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar