Senin, 29 November 2010

Fashion Sebagai Media Komunikasi

kali ini gw coba berbicara tentang fashion, sebenarnya gw sendiri bukan fashionista seperti org2 itu, gw juga bukan miss matching yang setiap ber penampilan dengan warna senada, seperti dosen qta yang gak boleh gw sebutin namanya karna banyak alasan...(sebernya takut disomasi hihihihi),tp ada temen gw yg diberi predikat sebagai miss matching coz dy slalu prepare dengan smua warna (i luv u my bebex, maap disni gw omongin)....kehobian gw waktu kuliah yaitu duduk di DPR (Depan Pohon Rindang)depan perpus pusat kampus 3 distu tempat yg sangad strategis buat merhatiin lalu lalang manusia dengan berbagai kondisi dan model...distulah awal mulai gw merhatiin fashion dr temen2 kampus...sebelum gw ngomong panjang lebar dan sebelum ngomongin ttng model2 baju,gw pgn share dulu "apa sih itu fashion?"

Fashion adalah media untuk menunjukkan ideologi, interest dan kecenderung/ keberpihakan. Fashion sebagai media komunikasi non-verbal karena di dalamnya terdapat praktik-praktik penandaan. Fungsi fashion, pakaian, dandanan, busana dan gaya, bukan hanya sebagai perlindungan dan untuk memenuhi kebutuhan kesopanan. Tetapi, sebagai media ekspresikan diri, media mendefinisikan peran dan status sosial, simbol politis, dan sebagai media rekreasional.”

fashion merupakan simbol dari keseluruhan, untuk mengartikannya bisa dilihat dari berbagai sisi, dan akan mengeluarkan berbagai interpretasi. berbicara tentang fashion tidak hanya membahas model, ukuran dan warna saja. tetapi juga akan berbicara tentang simbol simbol sosial bahkan akan mengarah ke strata sosial.
fashion juga mengkomunikasikan berbagai identitas kelas gender dan seksualitas. fashion merupakan fenomena modern dan posmodern (baca aja bukunya Malcolm Barnard dalam bukunya fashion sebagai komunikasi)
kita akan berbicara secara etimologi dlu atau asal usul secara bahasa. fashion menurut Oxford english dixtionary (OED) adalah kata kerja yang berarti berkegiatan, tetapi perkembangannya sekarang definisi fashion menjadi apa yg dikenakan bukan mengenakan. dalam masyarakat kontemporer barat fashion sering dijadikan sebagai sinonim dari istilah dandanan,gaya dan busana. karena ketika muncul kata fashion yang terbayangkan bukan hanya busana tetapi akan muncul berbagai acsesoris, bahkan sekarang-sekarang ini mentato tubuh disebut sebagai fashion. pemilihan branded juga disebut sebagai fashion, sedikit menggaris bawahi BRANDED kontennya bukan brand busana tetapi brand dari barang lainnya seperti ponsel. menggunakan salah satu brand dr ponsel merupakan bagian dari fashion.
dalam itilah dandanan/gaya/busana akan muncul dua aliran vintage dan new look, wlwpun sekarang ini muncul berbagai gaya lainnya seperti punk,underground dll, tetapi ini akan muncul dalam pembahasan selanjutnya.
dandanan/gaya/busana bisa digunakan sebagai kata benda maupun kata kerja, kita mengacu pada OED bahwa busana sebagai kata kerja yang artinya membusanai diri sendiri.
istilah-istilah itu memiliki sesuatu yang umum,pakaian adalah dandanan namun tidak semua dandanan itu fashionable.

untuk sementara ini dlu ntr gw lanjutin lagi dalam waktu yg blom bisa ditentuin xixixixiix (alias klo gak males)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar